|
Bagi penyerta modal, keuntungan bersumber dari 80% keuntungan usaha. Keuntungan usaha sendiri bersumber dari hasil pemberian kredit dan imbal balik investasi di instrumen keuangan jangka pendek. A) Pendapatan Kotor dari Kredit Saat ini, ada 4 skema pemberian kredit berdasarkan jangka waktu pencicilannya: 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan. Untuk kredit selama 6, 12, 18, atau 24 bulan, harga kredit adalah 110%, 119,5%, 128,5%, atau 135% dari harga jual barang. Cicilan pertama dibayar pada saat pembelian. Imbalan efektif pertahun (annualized internal rate of return) adalah sebuah angka untuk mengukur tingkat imbalan dari modal yang disalurkan melalui kredit selama satu tahun apabila semua modal yang tersedia di setiap saat selalu disalurkan dengan metode kredit yang sama. Misalnya, untuk kredit 6 bulan imbalan efektifnya kira-kira 60%. Asumsikan modal awal Rp 100 juta dan semuanya habis untuk memberi kredit 6 bulanan. Satu bulan kemudian, semua angsuran juga diberikan sebagai kredit 6 bulanan. Demikian seterusnya, sampai akhir tahun pertama. Bila tidak ada kredit macet, maka di akhir tahun pertama nilai modal yang tersalurkan kira-kira sebesar 159,7% dari modal awal atau Rp 159,7 juta dengan keuntungan kotor efektif sebesar 59,7%. Untuk kasus ini, imbalan efektif juga merupakan keuntungan kotor per tahun maksimal yang bisa didapat dengan cara menyalurkan kredit. Untuk kredit dengan jangka waktu 12, 18, atau 24 bulan, imbalan efektifnya menurun kira-kira sebesar 50%, 45%, atau 40%. Tipe Kredit Harga kredit Imbalan Efektif 6 bulan +10,0% 59,70% per tahun 12 bulan +19,5% 49,68% per tahun 18 bulan +28,5% 45,10% per tahun 24 bulan +35,0% 39,41% per tahun
Dari tabel di atas, kita bisa melihat bahwa kredit jangka pendek memberikan imbalan efektif yang paling besar. Akan tetapi, imbalan efektif mengasumsikan bahwa kita akan selalu bisa memberikan kredit yang sejenis dari semua dana yang tersedia sesegera mungkin. Pada kenyataannya, tidak semua dana yang ada bisa secepat kilat langsung dikucurkan. Kita harus mencari konsumen yang memerlukan kredit dari dana yang baru tersedia. Di samping itu, dana yang tersedia mungkin tidak cukup untuk memberi satu kredit yang diminta konsumen. Hal-hal ini menyebabkan keuntungan maksimal tidak akan tercapai. Masalah ini paling berpengaruh untuk kredit jangka 6 bulan dan paling kecil pengaruhnya untuk kredit jangka 24 bulan. Besarnya masalah ini akan kita lihat pada studi berbagai skenario kredit nanti. B) Pendapatan Kotor dari Investasi di Instrumen Keuangan Jangka Pendek Dana yang tidak tersalurkan melalui kredit akan dialihkan ke pasar instrumen keuangan jangka pendek seperti deposito, obligasi, ORI, atau berbagai intrumen keungan lainnya sesuai dengan jumlah dana tidak tersalurkan yang ada. Untuk saat ini, suku bunga SBI kira-kira 8.25%. Imbalan di berbagai instumen keuangan jangka pendek akan mengikuti suku bunga SBI. Tabel di bawah ini menunjukkan perkiraan pendapatan pertahun dari berbagai instrumen keuangan tersebut. Tipe Instrumen Imbalan per Tahun Deposito rupiah 1 bulan 5% - 7% Obligasi Retail Indonesia (ORI) 8% - 9% Obligasi Perusahaan 9% -
Imbalan dari instrumen keuangan jauh lebih kecil daripada imbalan dari penyaluran kredit. Tapi resikonya juga jauh lebih kecil. C) Perkiraan Keuntungan bagi Penyerta Modal
Tipe Aset
| Perkiraan Imbalan | Proporsi I
| Proporsi II
| Proporsi III
| Proporsi IV
| Proporsi V | Proporsi VI
| | Kredit 6 bulan | 59.70% | 15% | 15% | 15% | 20% | 25% | 40% | | Kredit 12 bulan | 49.68% | 15% | 15% | 15% | 20% | 20% | 30% | | Kredit 18 bulan | 45.10% | 15%
| 15%
| 20% | 15%
| 20% | 20% | | Kredit 24 bulan | 39.41% | 15% | 15% | 20% | 15% | 15% | 10%
| | Deposito 1 bln | 6.25% | 0% | 30% | 10% | 10% | 10% | 0%
| | Cash | 0.00% | 40% | 10% | 20% | 20% | 10% | 10% | | Total proporsi | | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | | | | | | | | | | Perkiraan Keuntungan
| | 29.08% | 30.96% | 33.93% | 35.18% | 40.42% | 47.24%
| | Keuntungan Penyerta Modal | | 23.27% | 24.77% | 27.15% | 28.14% | 32.33% | 37.79%
|
Tabel di atas menunjukkan perkiraan bagi penyerta modal bila tidak terjadi kredit macet. Kolom Komposisi I, II, III, IV, V, dan VI menunjukkan berbagai kemungkinan komposisi alokasi dana yang akan terjadi. Komposisi I menunjukkan alokasi di mana banyak (40%) dana yang tidak terputar (sebagai cash). Komposisi II menunjukkan alokasi di mana cash ditaruh pada instrumen keuangan. Komposisi III, IV, V, dan VI menunjukkan alokasi di mana penyaluran kredit cukup bagus. Kita bisa simpulkan bahwa besarnya pendapatan usaha sangat tergantung dari efisiensi perputaran kredit. Di samping itu, bila tidak ada kredit macet, keuntungan yang bisa didapat penyerta modal kira-kira 20% - 35% per tahun.
|